rsud-tpikepriprov.org

Loading

tangan di infus di rumah sakit

tangan di infus di rumah sakit

Tangan Diinfus di Rumah Sakit: Prosedur, Manfaat, Risiko, dan Pemulihan

Pemasangan infus pada tangan, atau intravena (IV) therapy, adalah prosedur medis umum yang dilakukan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Ini melibatkan penyisipan kateter kecil dan fleksibel ke dalam pembuluh darah vena di tangan (atau area tubuh lainnya) untuk memberikan cairan, obat-obatan, atau nutrisi langsung ke aliran darah. Prosedur ini memungkinkan penyerapan yang cepat dan efektif dibandingkan dengan pemberian oral. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang prosedur pemasangan infus, manfaatnya, risiko yang terkait, perawatan selama infus, dan proses pemulihan setelah infus dilepas.

Prosedur Pemasangan Infus: Langkah Demi Langkah

Proses pemasangan infus melibatkan beberapa langkah penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas. Pertama, tenaga medis profesional, biasanya seorang perawat, akan menjelaskan prosedur kepada pasien dan menjawab pertanyaan apa pun. Persetujuan pasien diperlukan sebelum melanjutkan.

  1. Persiapan: Perawat akan mengumpulkan peralatan yang diperlukan, termasuk kantung infus yang berisi cairan atau obat yang ditentukan, selang infus, kateter IV (biasanya berukuran 20-22 gauge untuk dewasa), torniket, antiseptik (seperti alkohol atau klorheksidin), kasa steril, plester, dan sarung tangan steril.

  2. Pemilihan Lokasi: Lokasi pemasangan infus sangat penting. Vena di lengan bawah atau tangan seringkali menjadi pilihan pertama karena mudah diakses dan relatif nyaman bagi pasien. Perawat akan memeriksa vena di kedua lengan untuk menentukan vena yang paling cocok, yaitu vena yang lurus, berukuran cukup besar, dan tidak memiliki tanda-tanda peradangan atau kerusakan.

  3. Pemasangan Tourniquet: Torniket dipasang di atas area yang dipilih untuk memperbesar vena dan membuatnya lebih mudah terlihat dan terasa. Torniket tidak boleh dipasang terlalu ketat karena dapat memotong sirkulasi.

  4. Pembersihan Area: Area pemasangan infus dibersihkan secara menyeluruh dengan antiseptik untuk mengurangi risiko infeksi. Pembersihan biasanya dilakukan dengan gerakan melingkar dari dalam ke luar, dan antiseptik dibiarkan mengering sepenuhnya sebelum melanjutkan.

  5. Penyisipan Kateter: Perawat, sambil mengenakan sarung tangan steril, akan meregangkan kulit di atas vena dengan satu tangan dan menggunakan tangan yang lain untuk memasukkan kateter IV dengan sudut yang dangkal (sekitar 15-30 derajat). Setelah kateter memasuki vena, akan terlihat kilas balik darah ke dalam ruang kateter.

  6. Memajukan Kateter: Setelah kilas balik darah terlihat, sudut kateter diturunkan, dan kateter dipajukan lebih jauh ke dalam vena. Jarum penusuk kemudian ditarik keluar, meninggalkan hanya kateter fleksibel di dalam pembuluh darah.

  7. Menghubungkan Selang Infus: Selang infus yang terhubung ke kantung infus kemudian dihubungkan ke kateter IV. Aliran cairan diatur sesuai dengan resep dokter.

  8. Fiksasi Kateter: Kateter IV dijamin di tempatnya dengan menggunakan plester atau dressing khusus untuk mencegahnya keluar dan meminimalkan gerakan.

  9. Evaluasi: Setelah infus terpasang, perawat akan memeriksa tanda-tanda komplikasi seperti pembengkakan, kemerahan, nyeri, atau kebocoran cairan di sekitar lokasi pemasangan. Aliran cairan juga akan dipantau untuk memastikan berjalan dengan benar.

Manfaat Tangan Diinfus di Rumah Sakit

Pemasangan infus memiliki banyak manfaat dalam pengaturan rumah sakit, memungkinkan pemberian obat-obatan, cairan, dan nutrisi secara langsung ke aliran darah, memberikan keuntungan yang signifikan dibandingkan metode pemberian lainnya.

  • Pemberian Obat Cepat dan Efektif: Infus memungkinkan pemberian obat langsung ke aliran darah, memastikan penyerapan yang cepat dan efektif. Ini sangat penting dalam situasi darurat di mana obat perlu bekerja dengan cepat.

  • Rehidrasi: Infus adalah cara yang efektif untuk memberikan cairan intravena kepada pasien yang dehidrasi karena muntah, diare, atau kondisi medis lainnya. Cairan infus dapat membantu memulihkan keseimbangan elektrolit dan menjaga hidrasi yang optimal.

  • Pemberian Nutrisi: Pasien yang tidak dapat makan atau minum secara oral karena penyakit atau pembedahan dapat menerima nutrisi melalui infus. Nutrisi parenteral, yang diberikan melalui infus, menyediakan semua nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik.

  • Pemberian Darah dan Produk Darah: Infus digunakan untuk memberikan transfusi darah dan produk darah lainnya kepada pasien yang kehilangan darah karena cedera, pembedahan, atau kondisi medis lainnya.

  • Kontrol Nyeri: Beberapa obat pereda nyeri, seperti opioid, dapat diberikan melalui infus untuk memberikan kontrol nyeri yang efektif dan berkelanjutan.

  • Akses ke Vena untuk Pengumpulan Darah: Kateter IV juga dapat digunakan untuk mengambil sampel darah untuk pengujian laboratorium, mengurangi kebutuhan untuk tusukan vena berulang.

Risiko Tangan Diinfus di Rumah Sakit

Meskipun infus umumnya aman, ada beberapa risiko yang terkait dengan prosedur ini.

  • Infeksi: Infeksi adalah salah satu risiko utama pemasangan infus. Bakteri dapat masuk ke aliran darah melalui lokasi pemasangan kateter, menyebabkan infeksi lokal atau sistemik. Teknik aseptik yang ketat dan perawatan lokasi pemasangan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko infeksi.

  • Inflamasi Vena (Flebitis): Flebitis adalah peradangan pada vena yang dapat disebabkan oleh iritasi dari kateter IV atau cairan yang diinfuskan. Gejala flebitis meliputi nyeri, kemerahan, bengkak, dan kehangatan di sekitar lokasi pemasangan.

  • Infiltrasi: Infiltrasi terjadi ketika cairan infus bocor ke jaringan di sekitar vena. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan ketidaknyamanan.

  • Ekstravasasi: Ekstravasasi adalah kebocoran obat-obatan yang mengiritasi atau merusak jaringan ke jaringan di sekitar vena. Ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang parah dan memerlukan perawatan medis segera.

  • Tromboflebitis: Tromboflebitis adalah pembentukan bekuan darah di dalam vena yang meradang. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan kemerahan di sekitar lokasi pemasangan.

  • Emboli Udara: Emboli udara adalah kondisi langka tetapi serius yang terjadi ketika udara masuk ke aliran darah melalui kateter IV. Hal ini dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada, dan bahkan kematian.

  • Reaksi Alergi: Pasien dapat mengalami reaksi alergi terhadap cairan infus, obat-obatan, atau bahan yang digunakan dalam prosedur pemasangan infus.

Perawatan Selama Infus

Perawatan yang tepat selama infus sangat penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan efektivitas terapi.

  • Pantau Lokasi Pemasangan: Perawat akan memantau lokasi pemasangan infus secara teratur untuk tanda-tanda infeksi, flebitis, infiltrasi, atau ekstravasasi.

  • Jaga Kebersihan Lokasi Instalasi: Lokasi pemasangan infus harus dijaga bersih dan kering. Dressing harus diganti secara teratur atau jika menjadi kotor atau basah.

  • Jangan Menarik atau Mencabut Kateter: Pasien harus menghindari menarik atau mencabut kateter IV. Jika kateter keluar, segera beri tahu perawat.

  • Laporkan Gejala: Pasien harus melaporkan gejala apa pun seperti nyeri, kemerahan, bengkak, kebocoran cairan, sesak napas, atau gatal-gatal kepada perawat.

  • Jaga Kecepatan Aliran: Kecepatan aliran infus harus diatur sesuai dengan resep dokter. Pasien tidak boleh mencoba mengubah kecepatan aliran sendiri.

Pemulihan Setelah Infus Dilepas

Setelah infus dilepas, perawat akan menekan lokasi pemasangan dengan kasa steril selama beberapa menit untuk menghentikan pendarahan. Plester kemudian akan ditempatkan di atas lokasi pemasangan.

  • Pantau Lokasi Pemasangan: Pasien harus terus memantau lokasi pemasangan selama beberapa hari setelah infus dilepas untuk tanda-tanda infeksi, flebitis, atau pembengkakan.

  • Hindari Aktivitas Berat: Pasien harus menghindari aktivitas berat yang dapat memberikan tekanan pada lokasi pemasangan selama beberapa hari.

  • Laporkan Gejala: Pasien harus melaporkan gejala apa pun seperti nyeri, kemerahan, bengkak, atau demam kepada dokter.

Pemasangan infus adalah prosedur medis umum yang dapat memberikan banyak manfaat bagi pasien di rumah sakit. Dengan memahami prosedur, manfaat, risiko, perawatan, dan pemulihan yang terlibat, pasien dapat bekerja sama dengan tim perawatan kesehatan mereka untuk memastikan pengalaman yang aman dan efektif.